Rabu, 07 Maret 2012

Memandikan Kelinci

Untuk menjaga kebersihan Kelinci kesayangan kita, alangkah baiknya perlu dimandikan agar badannya bersih dan bebas dari penyakit kutu atau tungau. Dengan mandi dan grooming , bulu kelinci akan tumbuh dengan baik dan terawat.
Proses memandikan dan grooming pada kelinci sebagai berikut :

1. Sediakan air hangat

  • Siapkan dua bak air hangat, untuk mandi dan bilas. Bila pakai bak mandi untuk bayi atau ember plastik lebar. Kondisi air hangat-hangat kuku. Isinya setengah dari tinggi kelinci
2. Basahi Kelinci

  • Masukkan kelinci dalam bak mandi. Arahkan kelinci membelakangi Anda, agar tidak mencakar seandainya berontak. Usapkan air hangat dari belakang ke arah depan. Usap rambut agar air hangat meresap sampai ke kulit. Sebelumnya , tutup kuping kelinci dengan kapas agar tidak kemasukkan air.
3. Keramas dengan sampo

  • Angkat kelinci dari bak untuk dikeramas. Letakkan di ats perlak bayi, usapkan sampo merat ke seluruh tubuh. Boleh pakai sampo kiiten ( anak kucing ) atau sampo bayi . Agar merata samponya, pijit sampai kekulit tubuh, usap bagian yang mudah kotor dan susah dijangkau. Misalnya telapak kaki, sekitar anus dan daun telinga
4. Bilas sampai Bersih
  • Masukkan lagi kelinci dalam bak untuk dibilas. Guyur dengan air hangat pelan-pelan sembari mengusap rambut dan kulit dengan tangan. Pindahkan ke bak bilas yang sudah dipersiapkan. Guyur dan usap berulang-ulang. Lakukan sampai sampo benar-benar bersih dari rambut dan kulit.
5. Angkat dan keringkan
  • Setelah bersih, angkat dari bak lalu titiskan rambut dengan handuk kering. Lalu rambut dikeringkan dengan hair drier sambil disisir. Semua bagian tubuh harus kering, termasuk bagian perut, lipatan kaki dan telinga.
6. Bersihkan telinga dan kuku
  • Lubang telinga perlu dibersihkan dengan cotton bud. Carnya, bashai cutton bud dengan baby oil, lalu bersihkan lubang telinga secara lembut dan hati-hati. rapikan kuku menggunakan gunting. Pemontongan bisa sebelum mandi
7. Taburi bedak

  • Potong rambut bagian tertentu, misalnya sekitar anus, agar tidak terkena pup dan pipisnya. Rapikan bagian kaki agar tidak menganggu gerak. Agar aromanya wangi, taburkan bedak bayi atau kitten. Setelah semua beres , berikan makan untuknya. Usai mandi, nafsu makan kelinci luar biasa. Makannya sangat lahap.
Sumber materi dan gambar : Flona Serial -Majalah Flora Fauna ( Buku Pintar Memelihara Kelinci dan Rodensia )

Selasa, 14 Februari 2012

Cara mentukan jenis kelamin kelinci


Menentukan jenis kelamin kelinci adalah sangat penting terutama untuk para pemula yang baru saja memiliki kelinci dalam bentuk pasangan, pada saat kelinci masih kecil (Belum masa kawin) hal ini tentunya tidak menjadi masalah. Lain halnya jika kelinci anda mulai memasuki masa pubertas (di usia kira-kira 140 hari), kelinci tersebut bisa saling menciderai.
Untuk itu, agar bisa dideteksi lebih dini, ikuti langkah-langkah seperti dibawah ini :
1. Yang pertama-tama adalah membaringkan si Kelinci pada lengan kiri Anda. Yang paling penting adalah bahwa kelinci tersebut merasa nyaman dan tidak berontak. Lihat gambar
Posisi kepala ada pada telapak tangan
Posisi kepala ada pada telapak tangan
Ini adalah merupakan salah satu contoh membaringkan si Kelinci.






karena ada 2 cara lain yang bisa dilakukan, yakni dengan posisi mendekati siku  :
testfull
Posisi kepala pada siku
ataupun membaringkan si Kelinci pada pangkuan anda diantara 2 paha dengan kepala diapit oleh lutut dengan lembut. Fokus utamanya adalah bahwa Anda bisa melihat lubang sekresi kelinci tersebut.

2. Kemudian perhatikan bagian bawah kelinci yang berada di antara kedua kakinya dan bentangkan sedikit/tarik ekor dengan tangan kanan sampai anda bisa melihat 2 lubang sekresinya dengan dibantu sedikit tekanan pada bagian perut dengan tangan kiri.
two-hole
Anda bisa lihat bahwa ada dua lubang sekresi.  Satu lubang yang mendekati ekor adalah merupakan lubang anus (tempat pembuangan kotoran) dan lubang yang mendekati perut itulah yang merupakan alat kelaminnya yang akan di-check.
Bagaimana caranya?, Untuk kelinci laki-laki yang sudah berukuran dewasa mungkin sangat mudah karena seperti gambar diatas (gbr: Kepala pada siku) bahwa secara kasat mata kita telah bisa melihat testisnya (Maaf..kantung pelir) yang mengapit alat kelaminnya, tapi bagaimana dengan kelinci yang tidak kelihatan testisnya?
mari kita lanjutkan.
male_shaft










Dengan memberikan sedikit tekanan lebih pada kulit penis, maka batang penis akan terbuka dan menonjol. Saya yakin dengan melihat gambar diatas ini, para pembaca langsung bisa mengetahui  dan menerka bahwa alamat kelamin tersebut adalah kelamin JANTAN dan itu adalah benar.
Nah kalau gambar yang dibawah ini?
male_tube











BETINA?….. No no no no… ini juga kelamin dari kelinci jantan. Hal inilah yang kadang-kadang menyulitkan. Harap diperhatikan baik-baik, bahwa lingkaran lubang kelamin itu akan menyatu pada satu titik dimana pada titik tersebut memiliki bentuk yang lebih panjang. Hal ini yang akan membedakan dengan kelamin betina yang akan kita lihat seperti gambar dibawah.
girl21 girl31
Nah dari gambar ini bisa dilihat dengan jelas perbedaan dengan alat kelamin jantan bahwa pada daerah lingkarannya tidak ditemukan satu titik pertemuan, jadi memang membentuk lingkaran murni dan inilah yang dimaksud dengan Kelamin BETINA.

Rabu, 08 Februari 2012

Modernisasi Pemasaran Kelinci


Kurun waktu tiga tahun terakhir ini pembicaraan pemeliharaan kelinci, baik peternakan maupun hobies semakin meningkat. Peranan media rupanya mampu menarik perhatian masyarakat terhadap kelinci, makhluk unik yang memiliki kelebihan di banding hewan ternak lain itu. Peternakan kelinci di berbagai daerah semakin menggeliat. Bahkan peternakan kelinci di Lembang yang selama ini adem ayem, alias stagnan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya akhirnya harus menjadi sasaran pasar utama untuk pembibitan. Semua karena media. Melalui media, masyarakat berinteraksi dan kemudian banyak yang berminat memelihara kelinci impor skala rumahan.
Tetapi media mana yang menggerakkan hal ini?
Internet, sedangkan media cetak maupun televisi tidak begitu berperan. Melalui internetlah komunikasi dan publikasi itu kemudian menyebarkan gagasan yang berujung pada tindakan. “Rata-rata, orang jauh tahu peternakan saya setelah mendapat alamat saya dari internet,”kata Asep Sutisna, Raja Kelinci dari Lembang Bandung. Menurut Asep, beberapa kali media cetak dan televisi memang menayangkan liputan peternakannya. Tetapi televisi tak menggerakkan masyarakat dating karena tiada alamat lengkap. Sedangkan media cetak, terutama koran harian beritanya hanya bertahan sehari. Alias banyak orang yang luput membaca.
Hal senada juga diakui peternak Kelinci asal Blora, Wagiyo. “Ada banyak orang mencari kelinci ke saya. Katanya tahu alamat dari internet, padahal saya tidak tahu apa itu internet,”tutur pemilik kelinci pedaging itu. Setelah diusut, ternyata saudara Wagiyo yang di Semarang yang mempublikasikan peternakannya lewat internet. Dari situ kelinci Wagiyo pun laris. Saking larisnya sering kelabakan memenuhi permintaan, bahkan hanya mampu memenuhui 10 persen permintaan.
Pasar kelinci terus meningat. Peningkatan ini bukan semata karena kesenangan orang kota memburu satwa untuk piaraan hias, melainkan juga kebutuhan masyarakat mendapatkan induk kelinci impor jenis besar, terutama New Zealand, Flemish Giant dan English Spot. Dari hari ke hari grafik naik terus, dan mungkin tidak akan pernah turun sebelum pasokan kelinci memang banyak.
Anehnya, gejolak ini tak pernah direspon media cetak, minimal media cetak agribisnis dan peternakan. Padahal kalau mau berpikir pragmatis, sebuah media cetak yang rutin menyajikan ulasan kelinci dipastikan akan laris manis karena penggemar kelinci saat jumlahnya mencapai ribuan orang. Dari ribuan penggemar itu rata-rata membutuhkan informasi dan pengetahuan tentang kiat ternak kelinci secara tepat dan baik. Ini bisa dilihat dari beberapa blog dan website. Ribuan calon peternak itu begitu serius belajar dari nol untuk memulai peternakan kelincinya. Tak heran jika buku-buku kelinci pun laris manis.
Jika sebuah media cetak peternakan atau agribisnis mengambil peluang pembaca dipastikan oplagnya akan naik, tentu jika setiap pemuatan itu sering dikabarkan melalui forum diskusi di millist kelinci, atau ditayangkan melalui situs tertentu. Akan lebih baik jika media-media tersebut memuat pembahasan khusus tentang kelinci supaya masyarakat hafal bahwa media tersebut layak dibeli karena mengulas masalah perkelincian.  Di luar internet, pangsa pembaca media cetak pada segmen kelinci sangat luas karena sebagian besar masyarakat kita belum terintegrasi dengan internet. Itu pasti.

Mitos dan Fakta dalam Kelinci



Maklumat Penyelamatan Kelinci
Kita menginginkan kehidupan kita dan kehidupan makhluk hidup yang lebih baik. Kelinci adalah hewan purba yang mesti diselamatkan dari kehidupan kita. Kita tidak ingin melihat manusia bahagia karena kelinci sementara kelinci sendiri teraniaya dan bahkan punah sia-sia.
Ada banyak penyebab kematian kelinci sehingga kelinci yang sekalipun secara alamiah memiliki kemampuan berpopulasi cepat dan banyak justru semakin langka.
Kematian disebabkan oleh konsumsi tidak terbukti merisaukan karena pada kenyataannya konsumsi kelinci sangat rendah dan jikalaupun konsumsi meningkat tidak akan menghabiskan sumber kelinci. Hal ini disebabkan kematian oleh konsumsi selalu diiringi oleh tingkat produksi pengelolaan secara baik. Dengan kata lain, kematian akibat penyembelihan untuk konsumsi akan selalu mempertimbangkan pengembangbiakan.
Ada banyak masalah dalam pemusnahan kelinci. Tetapi tulisan ini akan fokus pada kasus yang menonjol di Indonesia. Untuk menyelematkan kelinci mula-mula kita mesti memperhatikan beberapa hal ini.
Mitos-mitos kelinci
Mitos: Kelinci bisa tahan dari kematian sekalipun di bawa pergi jauh.
Fakta: terbukti banyak yang lebih mati ketimbang hidup. Kelinci indukan maupun anakan sangat rawan stress. Dan stress adalah masalah mendasar yang akan mengakibatkan pencernaan terganggu dan di situlah benih-benih penyakit muncul. Kelinci dengan pencernaan yang hanya mengandalkan usus (tanpa lambung) tidak bisa muntah. Kematian akibat stres sangat banyak. Kelinci dewasa yang dibawa kendaraan di atas 50 km mesti memperhatikan perawatan selama perjalanan. Tidak boleh ngebut, pakan harus terjamin dan tidak dalam kondisi cuaca panas atau dingin, atau terjadi perubahan cuaca mendadak. Ini sangat berbahaya. Sementara kelinci anakan sangat rawan kematian pada jarak 20 Km.
Mitos: kelinci tidak perlu air minum. Kelinci mati jika diberi air minum. Kelinci tak butuh minum karena sudah cukup mendapatkan minum dari kandungan rumput.
Fakta: setiap makhluk hidup butuh air minum. Kelinci adalah jenis herbivora yang tidak akan mencerna secara baik jika tidak didukung air minum. Rumput yang kandungan airnya mencapai 80 persen air tetap tidak cukup untuk menunjang kelancaran pencernaan, terlebih rumput kelinci harus dilayukan. Dalam kondisi layu kandungan air hanya berkisar 15-20 persen. Pencernaan sangat membutuhkan air, terutama air pegunungan yang masih steril dari kotoran. Air juga sumber energi untuk mentralisir bakteri buruk dalam pencernaan. Air memang mengandung bakteri, tetapi selama bakteri tersebut lancar dalam pencernaan kelinci akan selamat. Sedang tanpa air kemungkinan saluran pencernaan kelinci terkena Gastrointestinal (GI) sangat mudah terjadi. Produksi kencing juga membutuhkan air. Tanpa air minum air kencing akan menyedot gizi dari makanan. Ini bisa mengakibatkan ginjal. Kelinci tanpa air minum rata-rata miskin produksi dan mudah stres serta kemampuan daya tubuhnya menipis dan hanya mampu bertahan hidup di bawah 4 tahun.
Mitos: memegang kelinci yang paling tepat adalah telinganya.
Fakta: telinga berakar pada bagian kepala yang langsung terhubung ke syaraf. Kelinci bisa stress dan sakit gawat jika ditarik telinganya. Telinga kelinci adalah organ paling sensitif, bisa sakit jika diperlakukan kasar, tetapi sekalipun bisa membuat nikmat kelinci jika dielus-elus secara lembut. Jangan tarik telinga kelinci.
Mitos: kelinci cukup makan pelet tanpa rumput.
Fakta: sejauh ini, terutama di Indonesia, pelet khusus untuk kelinci dengan kandungan serat lebih 17 persen membuktikan tidak mencukupi pemenuhan serat-kasar. Banyak kasus kelinci makan bulu yang dipelihara orang-orang kota. Itu membuktikan pasokan serat dari rumput dan sayuran sangat miskin. Di Amerika Serikat maupun Eropa, Pemelihara kelinci tetap berusaha keras memberikan rumput asli sekalipun jaminan pakan berbentuk pelet sudah tergolong bagus. Hal ini karena mereka menyadari bagaimanapun juga makhluk hidup akan selalu nyaman dengan alam aslinya. Bahkan manusia pun sekarang semakin menyadari pentingnya keaslian. Tren makanan organic misalnya, adalah bukti natural dari sisi kehidupan alamiah. Kelinci tentu lebih bahagia jika diberikan pasokan serat melalui rumput dan sayuran asli. Pellet sebaiknya didudukkan sebagai pakan pokok pengganti akar dan umbi-umbian yang biasa dimakan kelinci di hutan.
Mitos: kelinci tidak bisa hidup dalam cuaca panas.
Fakta: di Afrika dan Timur Tengah dengan cuaca di atas 35 derajat Celsius bisa hidup. Masalah kematian bukan pada cuaca, tetapi serangkaian penyebab kompleks lainnya. Pergantian cuaca mendadak hanyalah mendorong salahsatu sebab buruknya kehidupan kelinci. Jika perubahan cuaca itu lebih dipengaruhi oleh musim kita bisa mengatasinya dengan rumah kelinci yang sejuk. Pergantian suhu disebabkan oleh perpindahan kelinci, misalnya dari pegunungan ke daratan rendah yang panas memang bisa menjadi pemicu dahaga dan stres. Karena itu kita harus memperhatikan perubahan ini. Kelinci tetap bisa berbenah diri dan beradaptasi dengan perbedaan suhu selama kita memperhatikannya secara baik. Suhu panas yang paling berpengaruh adalah pada libido kelinci. Di atas 30 derajat celsius kelinci lemah libido sehingga seringkali sulit kawin atau gagal kawin. Karena itu perkawinan sebaiknya pada jam dingin, antara jam 6-8 pagi, atau jam 6-8 malam.

Selasa, 10 Januari 2012

Kelinci Sebagai Hewan Hias

Istilah Kelinci (indonesia), rabbit (Inggris), atau arnab yang digunakan orang Arab atau Malaysia adalah bagian dari dunia satwa yang cukup mengundang ketertarikan setiap orang. Makhluk unik yang memiliki nilai manfaat mulai dari daging, bulu, feses dan air kencingnya ini terus berkembang dan mampu mengisi ruang publik pembicaraan dalam dunia peternakan kita.
Akhir-akhir ini fenomena kelinci hias sering muncul di berbagai media cetak dan televisi. Pemirsa di tanah air serasa mendapat pemandangan yang unik dengan peliharaan ini. Beberapa stasiun televisi maupun media cetak memandang sebagai sebuah fenomena hobi, bukan bisnis (peternakan). Para pemirsa televisi dibuat gemas oleh beragam jenis kelinci hias tersebut. Lucu, jinak dan benar-benar fenomena baru.
dsc03365.jpg

Kecenderungan ini wajar mengingat selama ini kita hanya tahu bahwa kelinci yang dipelihara masyarakat Indonesia jenisnya monoton dan hanya dipelihara untuk konsumsi daging. Memelihara kelinci, bagi para petani dilakukan sebagai peliharaan sambilan di samping memelihara kambing, domba atau sapi. Jenis kelinci yang selama ini dipelihara petani pun biasanya kelinci lokal yang tubuhnya kecil dan monoton bulunya.
Sekalipun pada dua tahun terakhir ini kelinci hias impor dari berbagai negara sudah mulai menggeliat namun tergolong sedikit dan hanya beredar di pulau jawa, terutama di kawasan Parongpong dan Lembang (Bandung), sebagian di Malang (Jawa Timur) dan beberapa kota lain. Tentu saja hal ini bisa dimaklumi karena selama ini pemikiran para petani masih cenderung tertutup dari informasi adanya kelinci import dari berbagai negeri asing. Memelihara kelinci hias sebenarnya sangat menyenangkan dan tidak gampang dibuat bosan. Semakin orang mendekat kepada makhuk aneh ini, seseorang akan semakin kecanduan dan menyayangi lebih dalam.
Sayangnya, sampai sekarang ini banyak orang yang ingin memelihara namun tidak mudah merealisasikan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya; butuh kandang dan tempat khusus. Karena itu bagi mereka yang tidak punya pekarangan akan sedikit kesulitan untuk memelihara sang kelinci.
Kedua, butuh ketelatenan dalam mengurus dan memperhatikan makanan maupun kesehatan. Ketiga, belum banyaknya stok kelinci di setiap kota sehingga orang tidak mudah mendapatkannya. Sekadar untuk memelihara dalam jumlah terbatas, misalnya dua atau tiga ekor sebagai hewan hias di rumah, barangkali tip berikut ini bisa sedikit membantu.
Pemilihan kelinci
Yang pertama dilakukan adalah memilih jenis kelinci yang anda sukai. Anda bisa memilih jenis kelinci berbulu panjang seperti angora, lion, fuzzy lop. Sedangkan kelinci berbulu tebal tapi tidak panjang adalah jenis rex, satin, holand lop, flamish giant, new zealand. Sedangkan kelinci yang memiliki penampilan unik lain adalah jenis hotot dan dutch. Sampai sekarang di Indonesia ada sekitar 30 jenis dari 70 jenis kelinci yang ada di dunia. Namun banyaknya jenis ini sebagian memiliki akar keturunan yang hampir sama. Misalnya, dalam jenis hotot, ada hotot kecil dan hotot besar. Dalam jenis rex terdapat jenis-jenis rex lain semisal rex dulmation, rex mini, dll. Kelinci-kelinci di atas adalah hasil kreasi kawin silang di berbagai negara semenjak tahun 1850an hingga 1960an, di Perancis, Inggris dan Amerika Serikat.

Kelinci sehat
Setelah Anda memastikan pilihan pada jenis, giliran saatnya memilih kelinci yang ‘baik’. Perlu diketahui, kelinci sedikit memiliki kelemahan dalam hal fisik, yakni gampang mati. Karena itu memilih kelinci sehat adalah langkah awal yang harus diperhatikan. Pertama, jangan membeli kelinci di bawah umur 1,5 bulan, apalagi jika dibawa perjalanan jauh melebihi 7 jam perjalanan darat. Masa menyusui kelinci antara 32-37 hari. Jika anakan kelinci dipisahkan dari induk di bawah umur tersebut dipastikan tubuhnya rentan penyakit dan gampang mati. Kalau tidak ingin berisiko maka belilah kelinci pada usia di atas 3 bulan dan pada saat menyusui mencapai 37 hari.
Pemilihan ini tidak mudah mengingat pedagang sering tidak jujur dengan mengatakan kelincinya sudah melewati masa sapih. Bagi pembeli yang belum paham umur kelinci akan mengalami kesulitan karena selisih umur kelinci dari 25 hari hingga 40 hari kadang sulit dideteksi. Dari sisi tubuh, terkadang ada yang kecil namun umurnya sudah cukup, sedangkan sebagian kelinci nampak besar namun umurnya masih dini. Karena itu pembeli haruslah selektif datang ke peternak langsung yang tertib memberikan kalender penanggalan hari lahirnya dan perawatannya baik.
Kandang
Sekadar untuk hobi, kandang sebaiknya dibuat dari besi dan pagar kawat. Kelinci adalah hewan penggerat di mana gigi-giginya akan tumbuh sepanjang usianya. Akibatnya mereka sering menggerat. Mengerat di besi akan lebih baik ketimbang menggerat kayu. Dengan kandang besi, gigitan kelinci tidak akan kuat merobohkan kayu. Kalaupun kandang besi tergolong mahal, sebaiknya memakai bambu yang baik. Luas kandang tidak boleh sempit. Minimal berdiameter 50×60 cm. Akan lebih bagus jika luasnya 60×70 cm agar kelak saat melahirkan kita tidak bingung menyediakan tempat untuk anak-anaknya. Kandang yang sempit bisa mengakibatkan stress dan kegerahan.
dsc03064.jpg
Kandang harus terang pada malam hari dan mendapat pasokan sinar matahari saat pagi hari. Hindari tikus dan hewan peliharaan seperti kucing dan anjing karena kelinci akan merasa tidak tenteram dengan ketiga hewan tersebut. Kandang harus selalu bersih dari sisa-sisa makanan dan kotoran. Usahakan setiap seminggu sekali dibersihkan dengan memakai obat anti bakteri. Bisa menggunakan anti bakteri yang digunakan untuk peternakan unggas. Kandang juga tidak boleh melompong saat malam hari karena akan membuat kelinci kedinginan (terutama di daerah dingin). Kelinci memang tahan pada suhu dingin, namun tidak tahan terserang angin malam. Jika angin besar, tutup kandang rapat-rapat.
Makanan dan minuman
Makanan pokok kelinci adalah rumput. Umbi-umbian, seperti ubi jalar, singkong dan sayuran, termasuk wortel adalah variasi makanan yang tidak boleh diabaikan. Karena rumput belum tentu kita dapatkan, maka sebaiknya menggunakan pelet khusus kelinci. Jika pelet kelinci susah didapat, berikan makanan pelet unggas (yang biasa disebut BR 1, BR 2 dll). Pelet unggas terbuat dari dedak, bijian, bekatul. Karena itu usahakan harus ada serat dari rumput dan sedikit sayuran segar, atau wortel sebagai makanan tambahan.
Pelet akan memudahkan kita karena bisa ditimbun dalam waktu yang relatif lama. Dengan begitu kita tidak usah bingung makanan pokoknya. Sayuran bisa kita dapatkan sambil belanja ke pasar. Minuman adalah hal yang primer bagi kelinci, apalagi saat kelinci kurang rumput dan sayuran. Jika ada yang mengatakan kelinci tidak butuh minuman karena kadar air pada sayuran dan rumput sudah cukup, ini sebenarnya menyesatkan. Air memang cukup, tapi setiap makhluk hidup memiliki rasa haus sehingga butuh air minum khusus. Minuman kelinci setiap hari cukup setengah gelas. Pada masa kehamilan biasanya minumnya akan lebih banyak.
dsc03175.jpg
Makanan dan kandang sangat menentukan kesehatan kelinci. Kelinci biasanya sangat rawan terserang penyakit mencret terutama di bawah umur 3 bulan. Mencret sering mengakibatkan kematian. Langkah penanganannya adalah dengan menyuntik (pada bagian paha) dengan obat mencret hewan. Obat untuk suntik ini bisa memakai obat yang biasa dipakai untuk menyuntik sapi, kambing atau unggas.
Kelinci sakit biasanya nafsu makannya menurun drastis. Karena itu perlu memberikan vitamin untuk menambah nafsu makan. Saat mencret, jauhkan makanan berkadar air seperti rumput, sayuran dan wortel. Ganti dengan hay (rumput kering) dan pelet saja. Memelihara kelinci memang sedikit membutuhkan ketelatenan dan ketekunan. Butuh kebiasaan yang baik untuk memperhatikan hewan. Dari situlah nanti kita akan sadar betapa pentingnya kesehatan manusia. Kita bisa belajar dari kelinci tentang banyak hal, mulai dari pola makan yang baik, kebersihan dan kesehatan. (Naskah ini pernah dimuat di majalah infovet edisi pebruari 2008)

Sabtu, 31 Desember 2011

Awas penyakit kelinci musim penghujan


Pada bulan Oktober - Maret seringkali kita mendengar banyak kelinci mati, bukan hanya kelinci anakan tetapi juga indukan? Mengapa? Apakah karena hujan?. Jawabannya hujan bukan penyebab, toh kelinci tidak kehujanan. Tetapi bahwa efek dari hujan pada rumput atau situasi kandang lembab basah seringkali menimbulkan penyakit, terutama penyakit dari Protozoa eimeria. Bahkan kelinci dewasa yang kebetulan daya tubuhnya kurang kuat ikut-ikutan terkena dampaknya. Bagaimana kita mengatasinya? Bukan obat yang kita cari, melainkan beberapa solusi berikut ini:
1. Hati-hati dengan rumput. Rumput basah apalagi jika kehujanan gerimis itu tidak membersihkan kotoran debu secara total, melainkan justru menambah kotor. Terutama rumput yang berada di area industri atau perkotaan kotoran semakin akut karena sering kena debu kendaraan. Saat merumput usahakan pada siang hari setelah jam 11 siang setelah bakteri pada turun karena dihantam panas matahari.
2. kalaupun dapat rumput kering dan kotor karena banyak debu menempel tidak ada salahnya mencuci. Ini lebih aman. Masukkan rumput pada ember, beri air bersih terus diinjak-injak. Lihatlah, air akan menghitam pekat. Kita akan melihat betapa makanan untuk hewan kesayangan kita itu ternyata kotor penuh tanah.Inilah yang sering menyebabkan beberapa bakteri, terutama eimeria menyusup ke perut. Akibatnya perut kelinci tidak normal pencernaannya, lalu tumbuh gas yang menghambat laju feses keluar dan terus menggelembung.
3. Kandang lembab mestinya dihindarkan karena di sana juga muncul bakteri. Bisa jadi nanti bakteri menempel di makanan, minuman atau bahkan melalui udara. Kandang mesti rajin dibersihkan sampai bersih, usahakan pagi hari antara jam 7-9 terkena sinar matarari, minimal setengah jam.
Jika tiga hal ini saja disadari sebagai sesuatu yang penting, niscaya kita akan terhindar dari kematian. Tetapi jika sudah sakit bagaimana?
Tentu kita akan bicara masalah pengobatan.

Sabtu, 03 Desember 2011

Pupuk “Dahsyat” Kelinci untuk Agribisnis



Pupuk adalah kebutuhan mendasar bagi kelangsungan kegiatan agribisnis. Pupuk bisa jadi mahal bisa pula menjadi barang murah, bahkan mubadzir. Semua tergantung persepsi dan sikap kita terhadapnya. Bagi peternak yang tak memiliki kebutuhan akan tanaman bisa jadi sampah yang tiada bernilai. Hal ini tentu berbeda dengan para pengelola agribisnis yang setiapkali musim tanam selalu melihat pupuk sebagai barang berharga, saking berharganya bisa pula menjadi sesuatu yang ekseklusif.
Ada banyak jenis pupuk, tetapi dari sekian jenis pupuk kandang, pupuk kelinci yang terdiri dari tahi (feses) dan kencing (urine) dipadukan, ia akan menjadi pupuk handal untuk menghasilkan produksi tanaman.
Satu ekor kelinci yang berusia dua bulan lebih, atau yang beratnya sudah mencapai 1 Kg akan menghasilkan 28,0 g kotoran lunak per hari dan mengandung 3 g protein serta 0,35 g nitrogen dari bakteri atau setara 1,3 g protein. (Spreaadburi dan Yono C. Rahardjo: 1978)
Di dalam kandungan pupuk tersebut, Majalah Domestik Rabbit di Amerika Serikat tahun 1990 silam menyebutkan terdapat kandungan 2,20% Nitrogen, 87% Fosfor , 2,30% Potassium, 36 Sulfur%, 1,26% Kalsium, 40% Magnesium.
Hasil riset tiga peneliti dari Balai Penelitian Ternak (Balitnak Bogor), Sajimin, Yono C. Rahardjo dan Nurhayati D. Purwantari (2005) menyimpulkan, pupuk kandang dari kotoran kelinci berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan maupun produksi rumput P.maximum dan leguminosa S.hamata setelah 6 kali panen (umur 258 hari). Sedangkan dengan penambahan probiotik pada pupuk kelinci interaksinya telah memberikan pengaruh nyata pada tanaman pakan dan meningkatkan produksi hijauan sebesar 34,8-38,0%.
Menurut penelitian tersebut, “komposisi bahan organik C:N rasio, unsur makro dan mikro lebih tinggi pada pupuk kelinci yang ditambahkan probiotik pada waktu proses dekomposisi. Penggunaan probiotik pada pupuk kelinci untuk tanaman sayuran kentang dan kubis juga berdampak positif di mana dengan perlakukantrichoderma rata-rata produksinya lebih tinggi 16,3% (kentang) dan 5% (kubis) di banding tanaman kontrol.”
Sedangkan pada tabel berikut ini menyebutkan kandungan unsur-unsur dalam feses dan urin kelinci berbanding ternak lainnya sebagai berikut.

Jenis ternak Unsur Hara

N (%) P (%) K (%) H2O (%)
Kuda (padat) 0,55 0,30 0,40 75
Kerbau (padat) 0,60 0,30 0,34 85
Sapi (padat) 0,40 0,20 0,10 85
Domba (padat) 0,75 0,50 0,45 60
Babi (padat) 0,90 0,35 0,40 80
Ayam 0,40 0,10 0,45 97
Kelinci muda* 1,6-2,0 0,43-1,3 0,4-1,0 44,7-32,5
Kelinci dewasa** 2,72 1,1 0,5 55,3
Sumber: Trubus (1996). Klaus (1985 dalam Kartadisastra (2001); Baririh, N.R, Wafiatiningsih, I.Sulistyo, R.A. Saptati BPPT Kaltim 2005)
Djiman Santoso, jutawan kelinci dari Sleman Yogyakarta sebagaimana ditulis di Tabloid Agrina 29 Nopember 2006 lalu mengatakan, “harga pupuk kotoran kelinci mencapai Rp7.500/kg, sedangkan air kencingnya Rp5.000/liter. Seratus ekor kelinci menghasilkan 25 kg kotoran basah per hari.”
Mereka yang memahami manfaat pupuk kelinci wajar jika kemudian memilihnya sebagai pendorong produktivitas. Mu’tazim Fakkih, peternak kelinci dan penggerak pertanian Serikat Islam di Klaten misalnya, sudah bertahun-tahun memanfaatkan pupuk kelinci.
Sebagaimana diulas dalam Tabloid Kontan 29 April 2009 lalu, Tazim membuktikan pupuk dan urin kelinci membuat tanaman sayuran dan buah lebih netral dan kesegarannya lebih tahan lama.  Sayangnya, sekalipun ia memiliki ratusan ekor kelinci, pasokan untuk kegiatan agribisnisnya masih kurang.
Di Negara-negara yang sudah menerapkan proyek agribisnis atau agroindustri seperti Amerika Serikat, Kanada, Perancis, Spanyol dan lain-lain pupuk kelinci telah memainkan peranan sebagai bagian terpenting menghasilkan tanaman yang baik, termasuk sebagai cara menghasilkan uang paling hebat dalam pasar pertanian modern.
Saking potensialnya, pupuk kelinci justru mendapatkan perhatian yang serius sehingga dalam mendesain kandang harus diperhatikan. Tujuan membuat desain kandang selain untuk menghindari kemubadziran feses dan urin juga untuk tujuan memudahkan pembersihan keduanya. Selamat mencoba.